Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2021

Anak Cahaya

Ku antar anak cahaya ke gerbang cahaya, k etika gulita mengitarinya Ku tuntun mereka menaiki tangga, persis puncak letaknya, Lalu kuharap dia sadar aku bukan dari padanya, Sudah ku asuh dan kuantar, Ku cari anak-anakku yang lain Ku asuh dan ku antar. Sampai aku di temukan cahayaku Mengitariku dengan cahayanya Diantarlah aku menaiki tangga persis puncak letaknya Lantas aku harus sadar aku bukan dari padanya. Semua akan diantar menuju cahaya Dan hanya akan ditinggal dalam cahaya Jangan bersedih, kita dipuncak cahaya Sampai yg lainnya diantar, kita menunggu menjadi satu cahaya 27 Des 2021

Jangan Tergesa

Jangan tergesa, Ketika ada pilihan untuk tidak tergesa Jangan marah, ketika ada pilihan untuk tidak marah Jangan berlari, Ketika ada pilihan untuk berjalan Jangan tergesa yang mengakibatkan musnahnya arti di sepanjang perjalanan. Saat berlari kencang, ketika sampai kau lupakan  Ketika sampai malah kau pertanyakan apa yang kau kejar. 12.00 28 Des 2021 

pada hidup

Malam kesiangan, panas kehujanan bersembunyi pada celahnya, Bingung bukan? Tapi memang jiwa ini membingungkan Seperti tanyaku pada hidup yang mengherankan Pada malam ketika terjaga Pada panas namun teduh Pada hidup yang mesti selalu disyukuri Dan rahasia ikhlas pada kata rela. 15 Desember 2021

Malaikat Maut

Aku tidak mau berlipat tangan, sembari menunggu malaikat maut datang Gairah apa entah, tiupkan aku itu gairah, Memaknai setiap helaan nafas yang mengaliri pemahaman akan siapa aku,,   Oktober 2021

Kekasih yang Berpaling

Melalui kekasih yang berpaling, Para hamba menyenandungkan do'a, Menyebut-nyebut nama kekasih tiada henti Pada hati, pada mata, pada nyawa Jangan mati Jangan mati Hidupkan aku pada tanah subur Sirami aku dengan air matamu Jika ada kabar, tiupkan angin untukku Jangan mati Jangan mati Belum saatnya aku kembali Saksikan aku Pastikan aku hidup untukmu Pastikan juga kau begitu     20 10 2021

Lubang

  Apa yang membuatmu tidak begitu bahagia, Dari sekian banyak sumber kebahagiaan? Kau utuh, kau kehendak bebas, berdaya cipta Namun kau sadar betul, bagian dari dirimu yang kau rasa tidak akan pernah terisi, Sudah berapa gelas yang kau tuang, namun tak pernah terisi Nampak kau lihat jelas lubang yang tak bisa diperbaiki Bagian yang telah dibawa pergi   30 Oktober 2021

Pecinta Palsu

  Bagaimana aku akan hidup dengan menatap orang lain dengan wajahmu. Memeluk orang lain dengan hangatmu Menjalani mimpiku padanya Bila Tuhan menjadikan kau sebab diriku munafik Menyanyikan lagu cinta untukmu padanya Lalu mengapa Tuhan mengutuk para pencinta palsu?   30 Oktober 2021

Rela

  Tuhan, kalaulah kupendam di dada keluh ini Mohon jangan Engkau jadikan kehinaan apabila terlafalkan, Jikalau tak ku sebutkan dalam do'a, Berarti dengan tulus aku meminta, atas hasil yg entah kemana aku rela.   20 Nov 2021

Hari-hari Pulang

Jika aku tahu hari-hari denganmu tidak akan berulang Tidak akan ada kekosongan makna dalam berucap Tidak akan ada mata yang tidak saling menatap Tidak akan ada dukamu yang bukan dukaku Jika aku tahu hari-hari denganmu tidak akan berulang Akan kuhayati setiap makna rautmu Akan kupaksa kaki ini berjalan sedikit lagi padamu Akan kulupakan fakta bahwa kau lupa kembali Ketika tak lagi cinta bukan benci tapi pergi dan ketika hari-hari pulang tak pernah berulang 12 Nov 2021 

Cerita Panggung

Sungguh demi apapun,  Hati ini tidak mampu menanggung Sedang langkah kaki harus dituntun waktu Jika di padang gersang ini yang diharap sungai mengalir Jika di hati ini yang diharap damai Sungguh demi apapun Tolong ingatkan aku Semua hanya cerita panggung Oktober 2021

Mimpi Indah

Waktu kita, Biar tetap menjadi mimpi indah ketika memang tak ada masa depan di dalamnya Biar tetap menjadi mimpi indah Yang kau nanti setiap malam ketika terbangun kau cuci dengan wudlu lalu kau langitkan Biar tetap menjadi mimpi indah Waktu dulu yang sekarang tak layak dibicarakan Biar tetap menjadi mimpi indah.         28102021

Yang Mesti Sampai

  Satu yang mesti sampai dalam hidup ini, Segenap seluruh aku yang tak pernah sampai dalam bentuk kebersamaan denganmu Segenap seluruh aku yang tak berbahasa ini sampai padamu Kemudian biarkan aku sampai, dalam hujan yang menyentuhmu dalam angin yang memelukmu sedang masih kususun bulu-bulu sayapku segera megudara memeluk jiwamu.     02 November 2021

Sejauh mana

Sejauh mana manusia bisa pergi, Sedalam mana manusia bisa mencintai, Sedalam kau berfikir lalu terbakar dan habis. Sambil tersenyum dia mati. Dalam ketiadaan dia bersarang, Hingga tiada batas, antara yang nyata dan fana Seluas yang tiada batas. 09 09 2021

Hanya Saja

Mata merah lebam tak kunjung pejam, Apa yang menyentak pada kantuk yang menggeleyot, Hanya.. ya aku bilang hanya karna ingatan, Yang gagal disusun menjadi kenangan. Segenggam serbuk ternyata hatinya yang hancur sekarang lebur, Tiada yang dilakukan selain mengais, diperbaiki lalu dibanting kembali. Lalu pasrah pada fiksi bak dongeng Pikirnya dia Ratu,  kisahnya ingini abadi meski pada yang fana, Qais kepada Laila, Rahwana kepada Sinta. 011021

Ladang

Bukannya tak sampai padaku semua cintamu, Bukannya tak sampai semua ketulusanmu, Hanya dariku yang tak pernah sampai, Cintaku padamu, Ku dapati wajahmu yang bahagia, Kau dapati wajahku yang resah. Bukannya tak sampai semua pemberianmu, Namun apa yang telah kau dapati dari hati yang telah pergi? Kau menggali bak akan mendapati sepeti harta. Kau babati ilalang bak akan menemukan jalan yang mengantarmu padaku, Aku bukan jalan, Aku bukan tujuan. kita sama-sama tak sampai, kita sama-sama menggali pada ladang orang lain yang tak berharta. Kita mencari  jalan yang tak mengantarkan kita kemana-mana.

Yang Kau Cari Bahagia

Setiap tempat yang pernah ku cari bahagia.. Selalu tempat ku dan kamu yang paling indah Setiap tempat yang kau cari bahagia.. Selalu tempat mu dan aku tak pernah kau singgah.. Pada hidup yang maya, Sekuat tenaga kau tutup derita, Tak perlu bersusah payah, Seharusnya kau bersamaku lalu menangis bersama.. Aku tak suka bila menitipkan kau pada semesta, Padahal aku yang paling dalam merindu, Kau tak bersamaku, Semesta tak tahu, bahwa aku mau terluka dan tersandra, Asal kau ada.

Yang Tidak Bisa Hilang

Manusia bisa kehilangan kekayaan, Kehilangan seseorang, bahkan mimipi yang mereka upayakan, tapi yang tetap setia adalah kenangan ketika kematian menghampiri, kenangan akan tinggal Bahkan ketika kenangan hilang, di Mizan pun akan diperdebatkan

Pada Takdir Pedihmu yang Ingin ku Gantikan

Pada cita-cita dan harapan. pada waktu yang mengajarkan, Pada takdir yang kutulis namun tak bertahan. Pada Tuhan tempat ku bergantung pada keputusan final. DiberikanNya hadiah padaku sosok sempurna, Sebagai teman, kebahagian, kehilangan, kemudian pengajaran. Pada cita-cita awal atas pendidikan. Harapan akan hidup mapan. Takdir yang aku idamkan. Pada final yang berubah total. Paket lengkap untuk seorang yang datang dengan singkat,  seperti telah mengarungi 3600 tahun lebih hidup di dunia. Pada seluruh kompleksitas emosi dan cara menghadapinya. Pada takdirnya yang ingin ku tanggung,  atas sengsaranya yang ingin kupikul, 30072021

Kisah-kisah Kehilangan

Akhirnya tiba juga, tangan Tuhan menulis kisah-kisah kehilangan. Satu per satu dari mereka mengangguk tanpa berdalih. Waktu yang menyekat tirai-tirai, entah hati yang senantiasa tanpa perduli. Setelah kehilangan dan keterasingan, aku yakin Tuhan tak menyisakan satupun untukku kecuali kehadiranNya sendiri. Untuk hitamnya hati ini, Tuhan tetap membiarkan aku hidup. Untuk buruknya prasangka ini, Tuhan memberi makan. Hanya untuk makhluk seperti aku ini, Tuhan mau hadir di hatiku. 29052021

Subuh

Matahari dalam peredarannya subuh ini menggetarkan Menyematkan banyak do’a dengan permohonan yang hati-hati Sayang kunang tak lagi ada, penerang di remang malam Meski tak cukup waktu pada subuh yang singkat, dengan baris do’a teramat panjang Ringkasnya Tuhan tahu, yang ku mau Dan pastinya Tuhan lebih tahu, yang ku butuh. Do'aku lebur, rasanya seluruh resah mengudara, berbarengan embun yang perlahan hilang Matahari meninggi, do’a-do’a menyentuh langit semburatnya telah sampai ke hati lalu sedikit aku mengerti, Pengajaran pada perjalanan panjang.

Woii masa depan

Sepedih apapun presepsi ini dalam hidup, tetap saja harapan ingini waktu di masa depan yang lebih baik masih ada. Memang lilin-lilin ini akan mati, namun biar gulita, Aku masih bisa mendengar kabar meski bukan kau yang menyampaikan.

Janji

 Tuhan.. Riuh wajahku jangan lagi Engkau nampakkan padanya, juga pada malam bunga tidurnya. Tuhan, aku tidak sedang ingkar janji. Diantara janjiku padaMu dulu yang tidak bisa aku ingkari betapapun ingkar kucoba, diantaranya ialah tidak untuk membersamai dia dikehidupan ini. Dan janji selanjutnya ialah kematian. Betapa mesrahnya kita Tuhan, aku yang selalu mengadu dan Engkau yang selalu mengelus kepalaku,,  Aku sudah tepati janjiku bukan, untuk tetap jernih pada segala sesuatu yang hilang? Dan berapapun janji-janji yang kulupakan, mungkin ini janji pertaruhan karena deritanya sampai akhir. Janji-janji takdirku didunia telah kusepakati, lantas apa yang membuatku merengek-rengek untuk ingkari?

POHON

 Karena, bila kau tak menginginkan jiwaku ini, Mungkin temu nanti tak akan terjadi setelah mati, Namun Tuhan, tidakkah ingin Engkau keringkan pipi ini, dan namun, Tuhan tak mengizinkan aku mencabuti lukamu,  Ku kira salah apa aku,  Ternyata kita hanya orang baru, Baru disekat waktu, berubah dari waktu ke waktu. Ku kira nanti aku jadi pohon yang mati terbakar, Kemana-mana ku diterbangkan, Lalu ku endap, tanah. Ku melayang, udara. Kujumpai segala, dan kau tak dapat menolak aku yang tak berbentuk.

Jejak

 Kita tak harus begini, karena begini akhirnya kita. Menjadi tak biasa, Lalu, Jejak-jejak kita, terpijak,  Kaki-kaki, Tertimbun, Karena begini akhirnya kita, Bilamana takluk seluruh makhluk. Jejak-jejak kita, terpijak. Laku-laku, Lakon-lakon, Panas dan gugur, Kembang dan layu, Jejak-jejak kita, terpijak, Kaki-kaki, Tertimbun.

Hutan Hantu

Kau biarkan hatimu tersesat, begitu ku tuntun saja hatimu, menerobos hutan-hutan berhantu, untuk sampai pada jalan aspal dekat pantai itu. yang memanggang kulitku, matahari itu Angin yang selaras, bau udara ini aku menyukainya.

Manusia yang Bingung

  Pada akhirnya aku tidak punya apa-apa, selain kata-kata pemanis yang aku tinggalkan setelah tiada, anak cucuku nanti akan mati juga. Jemari yang menari diatas susunan abjad , terus mengetik, menyusun kata-kata pemanis, sering juga kujumpai yang pahit, Bila kutambah asin, mungkin tak butuh makan lagi. Apa memang watak manusia jika ingini abadi? jika badani ini fana, biar kumenjelma kata yang berenang di arus waktu. Entah, apa gunanya ingini abadi di dunia yang tak abadi ini? Hanya saja, kenang rasa manusia dari masa lalu ini, simpan dikeningmu sampai seribu dunia yang berbeda setelahnya, Pengembaraan akhir-akhir ini menjadi populer, karena manusia terus saja  bingung.

Begini Akhirnya

 Alam mengupayakan sedemikian rupa untuk kita, namun kita ini pendosa yang lari darinya, kau lupa sadar saat aku tersadar, begitupun dulu aku lupa sadar saat kau tersadar, sekarang kita tersadar, Alam lupa sadar.

BINTANG

Sedekat cahayanya, sejauh jaraknya tetap memberi makan pohon-pohon di Jawa Kalau kubilang aku bintang yang selalu menyala, hanya tak sampai karena awan yang marah. 120720

LONCATAN WAKTU

  Perubahan suasana-suasana kodrati, tak terelakkan. besar dan luasnya langit langit ini , bintang-bintang bersinggungan,  selaras dan meledak, Loncatan-loncatan waktu membingungkan setiap hati yang berpikir. Satu bulan,  satu tahun,  dua tahun,  putaran yang tanpa ampun.

JELAGA

  Aku adalah yang harus ditenggelamkan , Akulah yang harus mati di hidup seseorang. Untuk seseorang tetap hidup, namaku harus tertulis di nisan. Namun melampaui hukum apapun , akankah aku tetap ada , meski menjadi jelaga yang menempel pada rambutnya.

40 Hari

  Hanya karna mimpi buruk semalam , bukan berarti hari -hari mu menyedihkan.. Mendatangkan mimpi-mimpi tak berkesudahan, daun-daun mengering, ranting-ranting mati, 40 hari lagi mengeras hati. Mari biarkan ini terbang.. 230221

HALUAN

  Jangan kau berfikir ini kisah sedih dari dua insan yang berhaluan, Karena waktu mereka telah habis, Yang besar itu diraih tidak dengan sekali genggaman Masa dalam sel otaknya masih mendekam, dan di ruang waktu masih membeku, Aku masih berbahagia atas senyumnya, dan detak jantungnya yang masih ada membuatku tetap bernafas. Diantara keluh kesahnya yang kini tak lagi kudengar, kuyakini syukurnya luar biasa. Sekali lagi aku belajar darinya, Tidak ada hal-hal yang sebenarnya aku sesali, untuk menjadi diriku yang sekarang. Karenanya, aku berfikir kekurangan, untuk itu aku berani. Mencoba takut yang aku jalani, sambil bertanya mengapa, mengapa enggan? Aku manusia dengan kehendak manusia. Mencoba Malu yang aku jalani. Mencobah Luruh yang terjadi, Menyelam dan merenungi segalanya, telaten sudah terjalalani.

Begitulah

Latihan batin adalah cara cerdas bagi jiwa untuk tetap waras dan tumbuh berevolusi. Terutama ketika dunia makin sakit. "kebenaran" adalah sekadar batas penalaran kita, batas sementara, batas yang nyatanya bergerak terus memperluas diri juga. Bagai langit batas lautan, yang senantiasa mundur bergerak menjauh saat kita mulai berlayar. 🔥😌 NB : beberapa kutipan dari buku "DUNIA SOPHIE by Jostein Gaarder"

Toba

 Batu besar. Menghitung sisa-sisa waktu sambil membangun tembok pertahanan, dipersimpangan kau teroesir, ketepian kau berada, menyeruput kopi dipinggir Toba, Samosir pula kau cari ditengah, kayuhkan dayung, seot menyeot dayungku lapuk, layarku kisut, menyeruput kopi, kailku tak goyah, megaku muram lalu hilang. 03 01 2021

Tenang Jiwa

 Bukankah kepahitan ini, yang kau ingini untuk meraih jalan sunyi, Ironi-ironi, Untuk kisah yang hebat, Mulus tak mungkin didapat, Perasaan sunyi.. Tumbuh dengan sukarela pada duri mengapitnya, Hakikaynya memang sendirian, lahir dan mati seorang diri, benar tak ada pilihan lain selain jalan sunyi u ntuk menujuNya. Yang bergetar saat ingini hilang, berharap sayapnya mengembang, mengapung entah hilang. Rindu-rindu ingini pulang, Merangkul jiwa-jiwa yang marah dan gembira pada dirinya. Tenang jiwa-jiwa yang tenang.