Kau biarkan hatimu tersesat,
begitu ku tuntun saja hatimu,
menerobos hutan-hutan berhantu,
untuk sampai pada jalan aspal dekat pantai itu.
yang memanggang kulitku, matahari itu
Angin yang selaras, bau udara ini
aku menyukainya.
Terdiri dari puisi pribadi dengan tema beragam, juga beberapa artikel lainnya.
Komentar
Posting Komentar