Jangan kau berfikir ini kisah sedih dari dua insan yang berhaluan, Karena waktu mereka telah habis, Yang besar itu diraih tidak dengan sekali genggaman Masa dalam sel otaknya masih mendekam, dan di ruang waktu masih membeku, Aku masih berbahagia atas senyumnya, dan detak jantungnya yang masih ada membuatku tetap bernafas. Diantara keluh kesahnya yang kini tak lagi kudengar, kuyakini syukurnya luar biasa. Sekali lagi aku belajar darinya, Tidak ada hal-hal yang sebenarnya aku sesali, untuk menjadi diriku yang sekarang. Karenanya, aku berfikir kekurangan, untuk itu aku berani. Mencoba takut yang aku jalani, sambil bertanya mengapa, mengapa enggan? Aku manusia dengan kehendak manusia. Mencoba Malu yang aku jalani. Mencobah Luruh yang terjadi, Menyelam dan merenungi segalanya, telaten sudah terjalalani.