Merumuskan kerumitan dirinya yang sebenarnya tak terumuskan. Suatu upaya tanpa akhir memahami kenyataan yang mungkin tak akan pernah tuntas terjelaskan. Sekali lagi mengingatkan akan hakikat dunia yang tidak ada apa-apanya. Sifat manusia yg kau hormati dan banggakan nyatanya belum kau selami, sehingga masih kau tuntut sesempurna Tuhan. Dan seakan Tuhan sedang berkata tidak ada yang lebih baik kecuali aku. Atau Tuhan sedang cemburu. Saat hati manusia siapapun itu yang kau anggap lentera Tuhan, yang kau anggap itu menerangi, tapi sekali lagi kau diingatkan ada lentera yang lebih terang, abadi dan tidak padam. Berkaca pada kecemburuan Tuhan yang begitu tegas terhadap para Nabi. Kepada Nabi Adam, karena terbujuk memakan buah Khuldi yang dilarang. Akibatnya Nabi Adam diusir dari surga. Selain itu, ada Nabi Yakub yang terpukau dengan ketampanan putranya Yusuf yang membuat heboh para wanita Mesir. Karena hal itu Tuhan memisahkan keduanya selama sepuluh tahun. Da...
Terdiri dari puisi pribadi dengan tema beragam, juga beberapa artikel lainnya.