Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2021

POHON

 Karena, bila kau tak menginginkan jiwaku ini, Mungkin temu nanti tak akan terjadi setelah mati, Namun Tuhan, tidakkah ingin Engkau keringkan pipi ini, dan namun, Tuhan tak mengizinkan aku mencabuti lukamu,  Ku kira salah apa aku,  Ternyata kita hanya orang baru, Baru disekat waktu, berubah dari waktu ke waktu. Ku kira nanti aku jadi pohon yang mati terbakar, Kemana-mana ku diterbangkan, Lalu ku endap, tanah. Ku melayang, udara. Kujumpai segala, dan kau tak dapat menolak aku yang tak berbentuk.

Jejak

 Kita tak harus begini, karena begini akhirnya kita. Menjadi tak biasa, Lalu, Jejak-jejak kita, terpijak,  Kaki-kaki, Tertimbun, Karena begini akhirnya kita, Bilamana takluk seluruh makhluk. Jejak-jejak kita, terpijak. Laku-laku, Lakon-lakon, Panas dan gugur, Kembang dan layu, Jejak-jejak kita, terpijak, Kaki-kaki, Tertimbun.

Hutan Hantu

Kau biarkan hatimu tersesat, begitu ku tuntun saja hatimu, menerobos hutan-hutan berhantu, untuk sampai pada jalan aspal dekat pantai itu. yang memanggang kulitku, matahari itu Angin yang selaras, bau udara ini aku menyukainya.

Manusia yang Bingung

  Pada akhirnya aku tidak punya apa-apa, selain kata-kata pemanis yang aku tinggalkan setelah tiada, anak cucuku nanti akan mati juga. Jemari yang menari diatas susunan abjad , terus mengetik, menyusun kata-kata pemanis, sering juga kujumpai yang pahit, Bila kutambah asin, mungkin tak butuh makan lagi. Apa memang watak manusia jika ingini abadi? jika badani ini fana, biar kumenjelma kata yang berenang di arus waktu. Entah, apa gunanya ingini abadi di dunia yang tak abadi ini? Hanya saja, kenang rasa manusia dari masa lalu ini, simpan dikeningmu sampai seribu dunia yang berbeda setelahnya, Pengembaraan akhir-akhir ini menjadi populer, karena manusia terus saja  bingung.

Begini Akhirnya

 Alam mengupayakan sedemikian rupa untuk kita, namun kita ini pendosa yang lari darinya, kau lupa sadar saat aku tersadar, begitupun dulu aku lupa sadar saat kau tersadar, sekarang kita tersadar, Alam lupa sadar.

BINTANG

Sedekat cahayanya, sejauh jaraknya tetap memberi makan pohon-pohon di Jawa Kalau kubilang aku bintang yang selalu menyala, hanya tak sampai karena awan yang marah. 120720

LONCATAN WAKTU

  Perubahan suasana-suasana kodrati, tak terelakkan. besar dan luasnya langit langit ini , bintang-bintang bersinggungan,  selaras dan meledak, Loncatan-loncatan waktu membingungkan setiap hati yang berpikir. Satu bulan,  satu tahun,  dua tahun,  putaran yang tanpa ampun.