Karena, bila kau tak menginginkan jiwaku ini,
Mungkin temu nanti tak akan terjadi setelah mati,
Namun Tuhan, tidakkah ingin Engkau keringkan pipi ini,
dan namun, Tuhan tak mengizinkan aku mencabuti lukamu,
Ku kira salah apa aku,
Ternyata kita hanya orang baru,
Baru disekat waktu, berubah dari waktu ke waktu.
Ku kira nanti aku jadi pohon yang mati terbakar,
Kemana-mana ku diterbangkan,
Lalu ku endap, tanah.
Ku melayang, udara.
Kujumpai segala, dan kau tak dapat menolak aku yang tak berbentuk.
Komentar
Posting Komentar