Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2022

Yang Terlupa

  Hutan di sana mengerikan siapakah yang telah membuat taman lalu ditinggalkan kucing-kucing sekarang menjadi raja hutan siapakah majikan yang menelantarkan namanya hutan hujan, tak perlu lagi pakai gembor itu tebak siapa petualang yang mampu menerobos ngerinya

Terlahir Kembali

Layaknya mimpi berlalu Hari hari dulu Remang-remang kau ingat Kabur kau lihat Telah tiba hari yang kau tunggu Hari-hari lupa mengenali rasa Melepas penat menuju alam baru Kau belum mati tapi terlahir kembali.

Untuk Bisa Bersamamu

Aku mencintaimu dulu saat bersama Dan tetap mencintaimu saat tak bersama Baik maupun buruk tidak menafikan fakta bakwa cinta selalu ada Setelah mati berkali-kali, tidak akan ada yang menahanku untuk tidak mengenalimu Setelah hidup berkali-kali, tidak akan ada yang menahanku untuk tak berjumpa denganmu.

Biru Dongker

 Di malam itu..  Kau menemaniku  berjalan di antara gelapnya pepohonan Tumbuhan merambat di kiri dan kanan menyaksikan Kau bernyanyi denganku  Menandungkan lirik-lirik romantis Sampai ketika malam berlalu dan angin dijendela mulai mengikis Kau bergurau denganku Bercerita ini dan itu Masih tersisa endapan hela napasmu Kau memintaku memakai baju yang seragam denganmu Biru dongker ya, Katamu Nampak sayuk di mata Namun pilu di hati Ketika di malam lain Kau tak lagi menemani Pohon pun tinggal satu atau dua Tumbuhan merambat di balut embun seraya air mata  Ketika di malam lain Aku hanya bernyanyi sendiri Menyenandungkan lirik-lirik sedih Memetik senar yang bergetar tiada henti Ketika di malam lain Tak ada gurauan lagi Cerita pun sudah enggan mengikuti Endapan hela nafasmu pun sudah mulai menepi Ketika di malam lain Kau pergi tanpa memintaku  Untuk menanti. Aris Munandar, 13 Okt 2019 (by Acil buat Mantan) 😆

Memenuhi Hidup

Aku tidak bisa lagi mengingat cinta lamaku membuka mata setiap pagi berkata dalam hati aku masih hidup aneh rasanya memberi makan tubuhku setiap saat ketika tak ingin. Mengendarai sepeda motorku setiap pagi dan sore gaji yang aku setor rutin ke bank atas hutang-hutangku pikirku memang manusia harus menderita untuk sampai ke titik fungsi setia memegangi mimpi yang terlampau tinggi sungguh aku tidak tahu Aku. Katanya beribadah dan menjadi pemimpin di bumi. Kau boleh menjadi langit yang meneduhkan kau juga boleh menjadi bumi yang menumbuhkan tidak ada yang terlalu tinggi dan terlalu rendah Semua memenuhi.

pemujaan

Cinta dan penghormatan adalah pemujaan Seperti apa yang kau inginkan?  aku akan mencintai siapapun yang menyembahku Akan ada yang takut aku sirna Seorang yang tak menyentuh karna takut melukai Yang membiarkan tanaman liar memekarkan kuncupnya. Sudahkan kau menyembah? Aku tak benar-benar tahu jawabannya Aku sirna dalam pemujaan oleh sinar yang terlampau terang. Esok pasti datang Kau kan temukan  Pujalah Sembahlah Cinta.. 23052022 19.42

geng kadal

 Senin 23 Mei 2022 19:30 Its a nice day today.. Bertemu teman-teman lama, entah perasaan mereka senang, bimbang, bingung atau bersyukur, aku selalu mengamati keseluruhan keadaan sahabat-sahabatku, mereka tetap orang yang sama, namun digiring keadaan menuju dunia yang benar-benar baru setiap harinya. Bukan hanya aku yang selalu merasa bingung, diantara pilihan-pilihan hidup dihadapan kita, merangkai jalan-jalan baru atau peruntungan, seperti mengundi nasib menyerahkan sesuatu yang paling berharga dari kita yaitu waktu, dengan harapan imbal balik yang lebih berharga dari waktu, apapun yang mereka dan aku tentukan, semoga tidak merenggut yang paling berharga, waktu kita semoga dihabiskan dengan orang-orang tepat, lingkungan yang tepat, dan kebermanfaatan kita di lingkungan. Senang mengenal kalian, atas waktu yang indah. Benar, tidak ada hal baik lain yang dapat kita ceritakan kecuali kebodohan kita dimasa muda. Sampai bertemu lagi dengan versi terbaik kita masing-masing. Bahagia selal...

Di Hadapan Kemiskinan

Di hadapan kemiskinan Kau lupakan mimpimu di bintang Di hadapan kemiskinan Kawanmu yang setia adalah kelaparan Jika puncak dari hirarki kebutuhan adalah aktualisasi diri Maka kemiskinan adalah tangga terbawah Tak menahu urusan social, Sibuk mengisi perut demi terciptanya rasa aman Untuk tidak mati hari ini adalah sebuah pencapaian   Kemiskinan, orang berucap itu takdir Aku bilang yang berdasi punya kuasa takdir Aku juga berkata, jika dunia ini berubah utopia berarti aku sudah mati.   Di hadapan kemiskinan Seakan jalan seratus kali lebih rumit Jalan yang hanya satu langkah bagi kebanyakan manusia   Bukan apa-apa yang ingin kusampaikan, Kekayaan juga  bukan sebuah kemerdekaan Bukan pula harapan, Untuk tidak mati hari ini adalah sebuah pencapaian.

Ceritakan Saja

Aku yang percaya saja pada rencana perjalananmu Kita akan mendatangi tempat-tempat indah bersama Aku selalu menghitung hari kapan itu akan tiba, Masih kecil kita, berlari-lari, bermain dan tersesat Aku yang percaya saja pada harapku pada kita Dengan pendidikan yang akan mengantar kita sama-sama mencari kerja Sampai pada rencana perjalananmu yang tak mau membawaku Kau datangi tempat-tempat indah, sedang aku selalu menghitung hari Tanganku tidak pernah terlipat karna menghitung hari yang tak pernah terjadi Menyambutmu seperti biasa lalu mari kita bertukar kabar setelah perjalananmu yang indah Dan setelah pengalamanku yang luar biasa. Dengan tanganku yang terbuka lebar ketika mulutmu terkunci rapat,  marah ataukah rasa bersalah yang membungkam mulutmu kekasih Ceritakan saja bahagiamu, aku bukan kekasihmu kau ingat Aku hanya pergi sebentar meyakinkan hatiku, Hanya sebentar dan mengingatmu selalu Pada malam ramai kau menarik diri, menjauh dari semua, dari hari lalu bulan lalu bertahun-t...

Pada Yang Ku Sebut Muara

Sedang kuamati hamparan air luas, ada kau dan aku menari-nari, Nampak tenang air sedang gejolak didalamnya tiada yang tahu, Lalu arus mana yang mengantar kita menuju kedewasaan, Arus yang mengantar kita sendiri-sendiri tanpa bergandengan Adakah kau juga menjadi dewasa tanpa sesal atau sebaliknya? Adapun aku kuwalahan melawan arus sedang tak pernah kujumpaimu  pada derasnya Lalu apa yang ku harapkan darimu yang terhayut,  bila kemarau betah meranggas segala dan aku tak pernah sampai, dan tak akan kujumpaimu di sana pada yang ku sebut muara. 13:51 16 januari 2022

Pada setiap keputusan pada jalan yang berbeda denganmu

Ketika suatu putusan ditentukan dan dilaksanakan , kita masing-masing menciptakan begitu banyak jalan baru. Seperti kisah yang telah lalu, aku tak mau mengatakan ketika semua telah berakhir, seperti kata terakhir di buku novel tak pernah tertulis kata TAMAT. Diantara rumitnya jalan didepan kita, ketika kesempatan datang pasti aku katakan, meski dengan akhir yang tak begitu ramah. Lagi pula kita sudah terlanjur berantakan. Tata letak yang tak beraturan Setidaknya meyakinkan diri pada konflik panjang yang ku ributkan sendiri, sedang kamu tak merasa ada masalah sedikitpun Untuk pertemanan, kenangan kegilaan dan bodohnya kita di masa muda, bersama teman-teman. Aku tak pernah benar-benar tahu mana yang paling membahagiakanmu 29 Juli 2021