Langsung ke konten utama

Biru Dongker

 Di malam itu.. 

Kau menemaniku 

berjalan di antara gelapnya pepohonan

Tumbuhan merambat di kiri dan kanan menyaksikan


Kau bernyanyi denganku 

Menandungkan lirik-lirik romantis

Sampai ketika malam berlalu dan angin dijendela mulai mengikis

Kau bergurau denganku

Bercerita ini dan itu

Masih tersisa endapan hela napasmu


Kau memintaku memakai baju yang seragam denganmu

Biru dongker ya, Katamu

Nampak sayuk di mata

Namun pilu di hati


Ketika di malam lain

Kau tak lagi menemani

Pohon pun tinggal satu atau dua

Tumbuhan merambat di balut embun seraya air mata 


Ketika di malam lain

Aku hanya bernyanyi sendiri

Menyenandungkan lirik-lirik sedih

Memetik senar yang bergetar tiada henti


Ketika di malam lain

Tak ada gurauan lagi

Cerita pun sudah enggan mengikuti

Endapan hela nafasmu pun sudah mulai menepi


Ketika di malam lain

Kau pergi tanpa memintaku 

Untuk menanti.


Aris Munandar, 13 Okt 2019

(by Acil buat Mantan) 😆

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Toba

 Batu besar. Menghitung sisa-sisa waktu sambil membangun tembok pertahanan, dipersimpangan kau teroesir, ketepian kau berada, menyeruput kopi dipinggir Toba, Samosir pula kau cari ditengah, kayuhkan dayung, seot menyeot dayungku lapuk, layarku kisut, menyeruput kopi, kailku tak goyah, megaku muram lalu hilang. 03 01 2021

Dunia

  Siapa yang merenggut seyummu itu? Manis namun getir Siapa yang kau beri cahayamu? Kilau di matamu kian temaram Dunia, aku ingin memberimu yang terbaik Dunia, kau renggut yang terbaik Dunia, sekarang berikan aku yang terindah . 05-05-23

Sejauh mana

Sejauh mana manusia bisa pergi, Sedalam mana manusia bisa mencintai, Sedalam kau berfikir lalu terbakar dan habis. Sambil tersenyum dia mati. Dalam ketiadaan dia bersarang, Hingga tiada batas, antara yang nyata dan fana Seluas yang tiada batas. 09 09 2021