Apa bedanya aku dengan orang tak beragama, jika hanya taqlid buta, pakaianku menjadi tolak ukur ketaatan beragama, semakin mengetahui bila diri ini tak mengetahui, jauh .. sangat berjarak dengan yang dinamai pengetahuan, bila ada yang bertanya demi apa kamu belajar? Demi menyelamatkan diri sendiri dari tabir-tabir pekat, semakin berfikir tidak akan cukup waktu menyingkap tabir, karna takut tak mengenali Tuhan jika syariat-syariat dijalankan membabi buta. Karna memang demi masa sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Belum lagi mengerti sejarah manusia, dunia ,alam semesta, apalagi kitab klasik, kitab kuning dan sejenisnya yang notabene bahasa asing yang dikulik dan berguru, untuk bersuarapun tak memiliki dasar, ngawang tak punya pijakan, disebut apa aku ini sekarang? Bayi Penasaran dalam perawakan tua? Y ang masih berada diruang waktu bumi, kesempatan masih, boleh merangkak walau ...
Terdiri dari puisi pribadi dengan tema beragam, juga beberapa artikel lainnya.