Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2020

to have or to be

            Apa bedanya aku dengan orang tak beragama, jika hanya taqlid buta, pakaianku menjadi tolak ukur ketaatan beragama, semakin mengetahui bila diri ini tak mengetahui, jauh .. sangat berjarak dengan yang dinamai pengetahuan, bila ada yang bertanya demi apa kamu belajar? Demi menyelamatkan diri sendiri dari tabir-tabir pekat, semakin berfikir tidak akan  cukup waktu menyingkap tabir, karna takut tak mengenali Tuhan jika syariat-syariat dijalankan membabi buta. Karna memang demi masa sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Belum lagi mengerti sejarah manusia, dunia ,alam semesta, apalagi kitab klasik, kitab kuning dan sejenisnya yang notabene bahasa asing yang dikulik dan  berguru, untuk bersuarapun tak memiliki dasar, ngawang tak punya pijakan, disebut apa aku ini sekarang? Bayi Penasaran dalam perawakan tua?          Y ang masih berada diruang waktu bumi, kesempatan masih, boleh merangkak walau ...

Qalbun

 Malam ini yang dinamai qalbun sudah kucongkel habis sampai pada bekas-bekasnya,, muhasabah sepenuhnya, sepenuhnya kuserahkan , pada peletakannya nanti sudah dipastikan dirahmati Tuhan. Karna demi satu kalimat "Maa fii qalbi ghoirullah" Yang dilindungi jegenap jiwa. 11 08 2020

Dunia Nyata

 Ringkih kulihat, bola mata sorot ratapan pada ketidakmungkinan.. Betis dan atot-otot lenganmu menyuarakan kepasrahan, sampai terdengar pada ruangku didalam mendobrak-dobrak pada kucuran air mata, Berita telah menyeruah pada bibir yang terkunci Seorang hambaMu yang sama di tahun silam, yang kini melawan dan menghadapi seolah kejatuhannya dimengerti. Saat melawan takdir dan bertanding, yakinlah tiada jalan lain, selain kepasrahan, ketika tahu takdir membuatmu berlutut. Bukan tetang putus asa, Ini asa yang diputus, lalu kau hadapi dengan sadar.. 16 08 2020