Apa bedanya aku dengan orang tak beragama, jika hanya
taqlid buta, pakaianku menjadi tolak ukur ketaatan beragama, semakin mengetahui
bila diri ini tak mengetahui, jauh .. sangat berjarak dengan yang dinamai
pengetahuan, bila ada yang bertanya demi apa kamu belajar? Demi menyelamatkan
diri sendiri dari tabir-tabir pekat, semakin berfikir tidak akan cukup waktu menyingkap tabir, karna takut tak
mengenali Tuhan jika syariat-syariat dijalankan membabi buta. Karna memang demi masa sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. Belum lagi
mengerti sejarah manusia, dunia ,alam semesta, apalagi kitab klasik, kitab kuning dan sejenisnya yang notabene
bahasa asing yang dikulik dan berguru,
untuk bersuarapun tak memiliki dasar, ngawang tak punya pijakan, disebut apa aku ini sekarang? Bayi Penasaran dalam perawakan tua?
Yang masih berada diruang waktu bumi, kesempatan masih, boleh merangkak walau diusia yang sekarang disebut mengukir di atas air, tapiii bagaimana jika disebut air yang melubangi batu meski dibutuhkan beberapa waktu.
"to have or to be (memiliki dan menjadi) manusia dalam cita-cita memiliki bekal dan menjadi manusia seutuhnya".
Aminah 16:00, 09-09-2020

Komentar
Posting Komentar