Langsung ke konten utama

Dunia Nyata

 Ringkih kulihat, bola mata sorot ratapan pada ketidakmungkinan..

Betis dan atot-otot lenganmu menyuarakan kepasrahan, sampai terdengar pada ruangku didalam mendobrak-dobrak pada kucuran air mata,

Berita telah menyeruah pada bibir yang terkunci

Seorang hambaMu yang sama di tahun silam, yang kini melawan dan menghadapi seolah kejatuhannya dimengerti.

Saat melawan takdir dan bertanding, yakinlah tiada jalan lain, selain kepasrahan, ketika tahu takdir membuatmu berlutut.

Bukan tetang putus asa,

Ini asa yang diputus, lalu kau hadapi dengan sadar..

16 08 2020


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Toba

 Batu besar. Menghitung sisa-sisa waktu sambil membangun tembok pertahanan, dipersimpangan kau teroesir, ketepian kau berada, menyeruput kopi dipinggir Toba, Samosir pula kau cari ditengah, kayuhkan dayung, seot menyeot dayungku lapuk, layarku kisut, menyeruput kopi, kailku tak goyah, megaku muram lalu hilang. 03 01 2021

Dunia

  Siapa yang merenggut seyummu itu? Manis namun getir Siapa yang kau beri cahayamu? Kilau di matamu kian temaram Dunia, aku ingin memberimu yang terbaik Dunia, kau renggut yang terbaik Dunia, sekarang berikan aku yang terindah . 05-05-23

Sejauh mana

Sejauh mana manusia bisa pergi, Sedalam mana manusia bisa mencintai, Sedalam kau berfikir lalu terbakar dan habis. Sambil tersenyum dia mati. Dalam ketiadaan dia bersarang, Hingga tiada batas, antara yang nyata dan fana Seluas yang tiada batas. 09 09 2021