Ringkih kulihat, bola mata sorot ratapan pada ketidakmungkinan..
Betis dan atot-otot lenganmu menyuarakan kepasrahan, sampai terdengar pada ruangku didalam mendobrak-dobrak pada kucuran air mata,
Berita telah menyeruah pada bibir yang terkunci
Seorang hambaMu yang sama di tahun silam, yang kini melawan dan menghadapi seolah kejatuhannya dimengerti.
Saat melawan takdir dan bertanding, yakinlah tiada jalan lain, selain kepasrahan, ketika tahu takdir membuatmu berlutut.
Bukan tetang putus asa,
Ini asa yang diputus, lalu kau hadapi dengan sadar..
16 08 2020
Komentar
Posting Komentar