Langsung ke konten utama

Pada Yang Ku Sebut Muara

Sedang kuamati hamparan air luas, ada kau dan aku menari-nari,

Nampak tenang air sedang gejolak didalamnya tiada yang tahu,

Lalu arus mana yang mengantar kita menuju kedewasaan,

Arus yang mengantar kita sendiri-sendiri tanpa bergandengan

Adakah kau juga menjadi dewasa tanpa sesal atau sebaliknya?


Adapun aku kuwalahan melawan arus

sedang tak pernah kujumpaimu pada derasnya

Lalu apa yang ku harapkan darimu yang terhayut, 


bila kemarau betah meranggas segala dan aku tak pernah sampai,

dan tak akan kujumpaimu di sana

pada yang ku sebut muara.


13:51 16 januari 2022

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Toba

 Batu besar. Menghitung sisa-sisa waktu sambil membangun tembok pertahanan, dipersimpangan kau teroesir, ketepian kau berada, menyeruput kopi dipinggir Toba, Samosir pula kau cari ditengah, kayuhkan dayung, seot menyeot dayungku lapuk, layarku kisut, menyeruput kopi, kailku tak goyah, megaku muram lalu hilang. 03 01 2021

Dunia

  Siapa yang merenggut seyummu itu? Manis namun getir Siapa yang kau beri cahayamu? Kilau di matamu kian temaram Dunia, aku ingin memberimu yang terbaik Dunia, kau renggut yang terbaik Dunia, sekarang berikan aku yang terindah . 05-05-23

Sejauh mana

Sejauh mana manusia bisa pergi, Sedalam mana manusia bisa mencintai, Sedalam kau berfikir lalu terbakar dan habis. Sambil tersenyum dia mati. Dalam ketiadaan dia bersarang, Hingga tiada batas, antara yang nyata dan fana Seluas yang tiada batas. 09 09 2021