Langsung ke konten utama

Di Hadapan Kemiskinan

Di hadapan kemiskinan

Kau lupakan mimpimu di bintang

Di hadapan kemiskinan

Kawanmu yang setia adalah kelaparan

Jika puncak dari hirarki kebutuhan adalah aktualisasi diri

Maka kemiskinan adalah tangga terbawah

Tak menahu urusan social,

Sibuk mengisi perut demi terciptanya rasa aman

Untuk tidak mati hari ini adalah sebuah pencapaian

 

Kemiskinan, orang berucap itu takdir

Aku bilang yang berdasi punya kuasa takdir

Aku juga berkata, jika dunia ini berubah utopia berarti aku sudah mati.

 

Di hadapan kemiskinan

Seakan jalan seratus kali lebih rumit

Jalan yang hanya satu langkah bagi kebanyakan manusia

 

Bukan apa-apa yang ingin kusampaikan,

Kekayaan juga  bukan sebuah kemerdekaan

Bukan pula harapan,

Untuk tidak mati hari ini adalah sebuah pencapaian.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Toba

 Batu besar. Menghitung sisa-sisa waktu sambil membangun tembok pertahanan, dipersimpangan kau teroesir, ketepian kau berada, menyeruput kopi dipinggir Toba, Samosir pula kau cari ditengah, kayuhkan dayung, seot menyeot dayungku lapuk, layarku kisut, menyeruput kopi, kailku tak goyah, megaku muram lalu hilang. 03 01 2021

Dunia

  Siapa yang merenggut seyummu itu? Manis namun getir Siapa yang kau beri cahayamu? Kilau di matamu kian temaram Dunia, aku ingin memberimu yang terbaik Dunia, kau renggut yang terbaik Dunia, sekarang berikan aku yang terindah . 05-05-23

Sejauh mana

Sejauh mana manusia bisa pergi, Sedalam mana manusia bisa mencintai, Sedalam kau berfikir lalu terbakar dan habis. Sambil tersenyum dia mati. Dalam ketiadaan dia bersarang, Hingga tiada batas, antara yang nyata dan fana Seluas yang tiada batas. 09 09 2021