Langsung ke konten utama

Manusia yang Bingung

 

Pada akhirnya aku tidak punya apa-apa,

selain kata-kata pemanis yang aku tinggalkan setelah tiada,

anak cucuku nanti akan mati juga.

Jemari yang menari diatas susunan abjad ,

terus mengetik, menyusun kata-kata pemanis,

sering juga kujumpai yang pahit,

Bila kutambah asin, mungkin tak butuh makan lagi.

Apa memang watak manusia jika ingini abadi?

jika badani ini fana, biar kumenjelma kata yang berenang di arus waktu.

Entah, apa gunanya ingini abadi di dunia yang tak abadi ini?

Hanya saja, kenang rasa manusia dari masa lalu ini,

simpan dikeningmu sampai seribu dunia yang berbeda setelahnya,

Pengembaraan akhir-akhir ini menjadi populer, karena manusia terus saja  bingung.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Toba

 Batu besar. Menghitung sisa-sisa waktu sambil membangun tembok pertahanan, dipersimpangan kau teroesir, ketepian kau berada, menyeruput kopi dipinggir Toba, Samosir pula kau cari ditengah, kayuhkan dayung, seot menyeot dayungku lapuk, layarku kisut, menyeruput kopi, kailku tak goyah, megaku muram lalu hilang. 03 01 2021

Dunia

  Siapa yang merenggut seyummu itu? Manis namun getir Siapa yang kau beri cahayamu? Kilau di matamu kian temaram Dunia, aku ingin memberimu yang terbaik Dunia, kau renggut yang terbaik Dunia, sekarang berikan aku yang terindah . 05-05-23

Sejauh mana

Sejauh mana manusia bisa pergi, Sedalam mana manusia bisa mencintai, Sedalam kau berfikir lalu terbakar dan habis. Sambil tersenyum dia mati. Dalam ketiadaan dia bersarang, Hingga tiada batas, antara yang nyata dan fana Seluas yang tiada batas. 09 09 2021