Langsung ke konten utama

YANG KAU SANDARI


Merumuskan kerumitan dirinya yang sebenarnya tak terumuskan.
Suatu upaya tanpa akhir memahami kenyataan yang mungkin tak akan pernah tuntas terjelaskan.
Sekali lagi mengingatkan akan hakikat dunia yang tidak ada apa-apanya.
Sifat manusia yg kau hormati dan banggakan nyatanya belum kau selami, sehingga masih kau tuntut sesempurna Tuhan.
Dan seakan Tuhan sedang berkata tidak ada yang lebih baik kecuali aku.
Atau Tuhan sedang cemburu.
Saat hati manusia siapapun itu yang kau anggap lentera Tuhan, yang kau anggap itu menerangi, tapi sekali lagi kau diingatkan ada lentera yang lebih terang, abadi dan tidak padam.
Berkaca pada kecemburuan Tuhan yang begitu tegas terhadap para Nabi. Kepada Nabi Adam, karena terbujuk memakan buah Khuldi yang dilarang. Akibatnya Nabi Adam diusir dari surga. 
Selain itu, ada Nabi Yakub yang terpukau dengan ketampanan putranya Yusuf yang membuat heboh para wanita Mesir. Karena hal itu Tuhan memisahkan keduanya selama sepuluh tahun.

Dan semakin faham, Tuhan sedang cemburu, yang menuntun jari-jari ini menyampaikan kecemburuanNya disini.


A.W. 17 April 2020 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Toba

 Batu besar. Menghitung sisa-sisa waktu sambil membangun tembok pertahanan, dipersimpangan kau teroesir, ketepian kau berada, menyeruput kopi dipinggir Toba, Samosir pula kau cari ditengah, kayuhkan dayung, seot menyeot dayungku lapuk, layarku kisut, menyeruput kopi, kailku tak goyah, megaku muram lalu hilang. 03 01 2021

Dunia

  Siapa yang merenggut seyummu itu? Manis namun getir Siapa yang kau beri cahayamu? Kilau di matamu kian temaram Dunia, aku ingin memberimu yang terbaik Dunia, kau renggut yang terbaik Dunia, sekarang berikan aku yang terindah . 05-05-23

Sejauh mana

Sejauh mana manusia bisa pergi, Sedalam mana manusia bisa mencintai, Sedalam kau berfikir lalu terbakar dan habis. Sambil tersenyum dia mati. Dalam ketiadaan dia bersarang, Hingga tiada batas, antara yang nyata dan fana Seluas yang tiada batas. 09 09 2021