Langsung ke konten utama

HALUAN

 

Jangan kau berfikir ini kisah sedih dari dua insan yang berhaluan, Karena waktu mereka telah habis,

Yang besar itu diraih tidak dengan sekali genggaman

Masa dalam sel otaknya masih mendekam, dan di ruang waktu masih membeku,

Aku masih berbahagia atas senyumnya, dan detak jantungnya yang masih ada membuatku tetap bernafas.

Diantara keluh kesahnya yang kini tak lagi kudengar, kuyakini syukurnya luar biasa.

Sekali lagi aku belajar darinya,

Tidak ada hal-hal yang sebenarnya aku sesali, untuk menjadi diriku yang sekarang.

Karenanya, aku berfikir kekurangan,

untuk itu aku berani.

Mencoba takut yang aku jalani, sambil bertanya mengapa, mengapa enggan?

Aku manusia dengan kehendak manusia.

Mencoba Malu yang aku jalani.

Mencobah Luruh yang terjadi,

Menyelam dan merenungi segalanya,

telaten sudah terjalalani.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Toba

 Batu besar. Menghitung sisa-sisa waktu sambil membangun tembok pertahanan, dipersimpangan kau teroesir, ketepian kau berada, menyeruput kopi dipinggir Toba, Samosir pula kau cari ditengah, kayuhkan dayung, seot menyeot dayungku lapuk, layarku kisut, menyeruput kopi, kailku tak goyah, megaku muram lalu hilang. 03 01 2021

Dunia

  Siapa yang merenggut seyummu itu? Manis namun getir Siapa yang kau beri cahayamu? Kilau di matamu kian temaram Dunia, aku ingin memberimu yang terbaik Dunia, kau renggut yang terbaik Dunia, sekarang berikan aku yang terindah . 05-05-23

Sejauh mana

Sejauh mana manusia bisa pergi, Sedalam mana manusia bisa mencintai, Sedalam kau berfikir lalu terbakar dan habis. Sambil tersenyum dia mati. Dalam ketiadaan dia bersarang, Hingga tiada batas, antara yang nyata dan fana Seluas yang tiada batas. 09 09 2021