Mata merah lebam tak kunjung pejam,
Apa yang menyentak pada kantuk yang menggeleyot,
Hanya..
ya aku bilang hanya karna ingatan,
Yang gagal disusun menjadi kenangan.
Segenggam serbuk ternyata hatinya yang hancur sekarang lebur,
Tiada yang dilakukan selain mengais, diperbaiki lalu dibanting kembali.
Lalu pasrah pada fiksi bak dongeng
Pikirnya dia Ratu,
kisahnya ingini abadi meski pada yang fana,
Qais kepada Laila,
Rahwana kepada Sinta.
011021
Komentar
Posting Komentar