Langsung ke konten utama

Tenang Jiwa

 Bukankah kepahitan ini, yang kau ingini untuk meraih jalan sunyi,

Ironi-ironi,

Untuk kisah yang hebat,

Mulus tak mungkin didapat,

Perasaan sunyi..

Tumbuh dengan sukarela pada duri mengapitnya,

Hakikaynya memang sendirian, lahir dan mati seorang diri, benar tak ada pilihan lain selain jalan sunyi untuk menujuNya.

Yang bergetar saat ingini hilang, berharap sayapnya mengembang, mengapung entah hilang.

Rindu-rindu ingini pulang,

Merangkul jiwa-jiwa yang marah dan gembira pada dirinya.

Tenang jiwa-jiwa yang tenang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Toba

 Batu besar. Menghitung sisa-sisa waktu sambil membangun tembok pertahanan, dipersimpangan kau teroesir, ketepian kau berada, menyeruput kopi dipinggir Toba, Samosir pula kau cari ditengah, kayuhkan dayung, seot menyeot dayungku lapuk, layarku kisut, menyeruput kopi, kailku tak goyah, megaku muram lalu hilang. 03 01 2021

Dunia

  Siapa yang merenggut seyummu itu? Manis namun getir Siapa yang kau beri cahayamu? Kilau di matamu kian temaram Dunia, aku ingin memberimu yang terbaik Dunia, kau renggut yang terbaik Dunia, sekarang berikan aku yang terindah . 05-05-23

Sejauh mana

Sejauh mana manusia bisa pergi, Sedalam mana manusia bisa mencintai, Sedalam kau berfikir lalu terbakar dan habis. Sambil tersenyum dia mati. Dalam ketiadaan dia bersarang, Hingga tiada batas, antara yang nyata dan fana Seluas yang tiada batas. 09 09 2021