Akhirnya tiba juga, tangan Tuhan menulis kisah-kisah kehilangan.
Satu per satu dari mereka mengangguk tanpa berdalih.
Waktu yang menyekat tirai-tirai, entah hati yang senantiasa tanpa perduli.
Setelah kehilangan dan keterasingan, aku yakin Tuhan tak menyisakan satupun untukku kecuali kehadiranNya sendiri.
Untuk hitamnya hati ini, Tuhan tetap membiarkan aku hidup.
Untuk buruknya prasangka ini, Tuhan memberi makan.
Hanya untuk makhluk seperti aku ini, Tuhan mau hadir di hatiku.
29052021
Komentar
Posting Komentar