Langsung ke konten utama

Subuh

Matahari dalam peredarannya subuh ini menggetarkan

Menyematkan banyak do’a dengan permohonan yang hati-hati

Sayang kunang tak lagi ada, penerang di remang malam

Meski tak cukup waktu pada subuh yang singkat, dengan baris do’a teramat panjang

Ringkasnya Tuhan tahu, yang ku mau

Dan pastinya Tuhan lebih tahu, yang ku butuh.

Do'aku lebur,

rasanya seluruh resah mengudara, berbarengan embun yang perlahan hilang

Matahari meninggi, do’a-do’a menyentuh langit

semburatnya telah sampai ke hati

lalu sedikit aku mengerti,

Pengajaran pada perjalanan panjang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Toba

 Batu besar. Menghitung sisa-sisa waktu sambil membangun tembok pertahanan, dipersimpangan kau teroesir, ketepian kau berada, menyeruput kopi dipinggir Toba, Samosir pula kau cari ditengah, kayuhkan dayung, seot menyeot dayungku lapuk, layarku kisut, menyeruput kopi, kailku tak goyah, megaku muram lalu hilang. 03 01 2021

Dunia

  Siapa yang merenggut seyummu itu? Manis namun getir Siapa yang kau beri cahayamu? Kilau di matamu kian temaram Dunia, aku ingin memberimu yang terbaik Dunia, kau renggut yang terbaik Dunia, sekarang berikan aku yang terindah . 05-05-23

Sejauh mana

Sejauh mana manusia bisa pergi, Sedalam mana manusia bisa mencintai, Sedalam kau berfikir lalu terbakar dan habis. Sambil tersenyum dia mati. Dalam ketiadaan dia bersarang, Hingga tiada batas, antara yang nyata dan fana Seluas yang tiada batas. 09 09 2021