Langsung ke konten utama

Anak Cahaya

Ku antar anak cahaya ke gerbang cahaya, ketika gulita mengitarinya
Ku tuntun mereka menaiki tangga, persis puncak letaknya,
Lalu kuharap dia sadar aku bukan dari padanya,
Sudah ku asuh dan kuantar,
Ku cari anak-anakku yang lain
Ku asuh dan ku antar.
Sampai aku di temukan cahayaku
Mengitariku dengan cahayanya
Diantarlah aku menaiki tangga persis puncak letaknya
Lantas aku harus sadar aku bukan dari padanya.

Semua akan diantar menuju cahaya
Dan hanya akan ditinggal dalam cahaya
Jangan bersedih, kita dipuncak cahaya
Sampai yg lainnya diantar, kita menunggu menjadi satu cahaya

27 Des 2021

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Toba

 Batu besar. Menghitung sisa-sisa waktu sambil membangun tembok pertahanan, dipersimpangan kau teroesir, ketepian kau berada, menyeruput kopi dipinggir Toba, Samosir pula kau cari ditengah, kayuhkan dayung, seot menyeot dayungku lapuk, layarku kisut, menyeruput kopi, kailku tak goyah, megaku muram lalu hilang. 03 01 2021

Dunia

  Siapa yang merenggut seyummu itu? Manis namun getir Siapa yang kau beri cahayamu? Kilau di matamu kian temaram Dunia, aku ingin memberimu yang terbaik Dunia, kau renggut yang terbaik Dunia, sekarang berikan aku yang terindah . 05-05-23

Sejauh mana

Sejauh mana manusia bisa pergi, Sedalam mana manusia bisa mencintai, Sedalam kau berfikir lalu terbakar dan habis. Sambil tersenyum dia mati. Dalam ketiadaan dia bersarang, Hingga tiada batas, antara yang nyata dan fana Seluas yang tiada batas. 09 09 2021