Langsung ke konten utama

Janji

 Tuhan..

Riuh wajahku jangan lagi Engkau nampakkan padanya, juga pada malam bunga tidurnya.

Tuhan, aku tidak sedang ingkar janji.

Diantara janjiku padaMu dulu yang tidak bisa aku ingkari betapapun ingkar kucoba,

diantaranya ialah tidak untuk membersamai dia dikehidupan ini.

Dan janji selanjutnya ialah kematian.

Betapa mesrahnya kita Tuhan, aku yang selalu mengadu dan Engkau yang selalu mengelus kepalaku,, 

Aku sudah tepati janjiku bukan, untuk tetap jernih pada segala sesuatu yang hilang?

Dan berapapun janji-janji yang kulupakan, mungkin ini janji pertaruhan karena deritanya sampai akhir.

Janji-janji takdirku didunia telah kusepakati, lantas apa yang membuatku merengek-rengek untuk ingkari?


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Toba

 Batu besar. Menghitung sisa-sisa waktu sambil membangun tembok pertahanan, dipersimpangan kau teroesir, ketepian kau berada, menyeruput kopi dipinggir Toba, Samosir pula kau cari ditengah, kayuhkan dayung, seot menyeot dayungku lapuk, layarku kisut, menyeruput kopi, kailku tak goyah, megaku muram lalu hilang. 03 01 2021

Dunia

  Siapa yang merenggut seyummu itu? Manis namun getir Siapa yang kau beri cahayamu? Kilau di matamu kian temaram Dunia, aku ingin memberimu yang terbaik Dunia, kau renggut yang terbaik Dunia, sekarang berikan aku yang terindah . 05-05-23

Sejauh mana

Sejauh mana manusia bisa pergi, Sedalam mana manusia bisa mencintai, Sedalam kau berfikir lalu terbakar dan habis. Sambil tersenyum dia mati. Dalam ketiadaan dia bersarang, Hingga tiada batas, antara yang nyata dan fana Seluas yang tiada batas. 09 09 2021