Anfa’uhum linnas atau ingin Kejayaan diri semata?
Menuntut ilmu ingin keridhoan Tuhan atau ingini dunia?
Mencari pengakuan luar atau menyelami diri ?
Membentuk jati diri atau jadi jati diri kepuasan orang banyak?
Sampai kapan mau berputar-putar dalam lingkaran kefanaan?
Sampai lupa dengan sejatinya diri.
Disini kau berada,
kesana kau melangkah,
Kebarat kau tuju,ketimur juga kau berlari,
Bagai kerbau yang di cucuk hidungnya.
kata Rumi : “desas desus dan kegilaan duniawi ini seperti angin, sedang manusia laksana debu, jika angin bertemu dengan debu lalu menempel ke mata, tentu itu akan sangat memerihkan, dan keberadaannya hanya akan mengganggu dan menyulitkan kita.”
Pohon itu ada pundak tersandar,
Dia punya sayap, dia terbang meliuk-liuk menyebrang ruang dan waktu
distorsi yang mengacaukan logika dan rasa,
Dia sampai di ladang,
Dia sampai di gunung,
Dia sampai di samudra,
Dia makan apapun yang dia suka,
Dia berkelakuan peris seperti yang dia ingini,
Sampai ia terbang dan melihat pundak yang tersandar,
Antara dua lapis sadar dan koma,
Warasnya kembali ,
hal-hal baik hanya dalam citanya saja
Perkataannya hanya sebatas ini saja
Terlalu puitis,
sok filosofis dan sifat apatis,
Selalu meringis dalam kondisi menangis,
Bukan aktivis tapi dia juga tidak mau mati dengan jiwa yang terkikis.
Ya sudahlah, mari menghayal tentang asa dan cita.
Keangkuhan dunia merubahnya jadi Kapitalis.
“sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau belaka” (QS. Muhammad: 36)
menyentil keapatisan yang hidup dirongga Asa bak kutil yang membandel..
Selamat malam DUMAY wkwkwk :D
Wassalamu’alaikum :)

Ngefans banget sama penulisnya dan karya tulisnya �� love you ��
BalasHapusWkwkwk tidak menerima penonton bayaran
HapusKeren mbk Aminah... 👍👍
BalasHapusmaacii Dilaa,, semangat tulis menulis kamu :D
Hapus