Langsung ke konten utama

MENYELAM





Anfa’uhum linnas atau ingin Kejayaan diri semata? 
Menuntut ilmu ingin keridhoan Tuhan atau ingini dunia? 
Mencari pengakuan luar atau menyelami diri ? 
Membentuk jati diri atau jadi jati diri kepuasan orang banyak? 
Sampai kapan mau berputar-putar dalam lingkaran kefanaan? 
Sampai lupa dengan sejatinya diri. 
Disini kau berada, 
kesana kau melangkah, 
Kebarat kau tuju,ketimur juga kau berlari,
Bagai kerbau yang di cucuk hidungnya. 

kata Rumi : “desas desus dan kegilaan duniawi ini seperti angin, sedang manusia laksana debu, jika angin bertemu dengan debu lalu menempel ke mata, tentu itu akan sangat memerihkan, dan keberadaannya hanya akan mengganggu dan menyulitkan kita.”

Pohon itu ada pundak tersandar, 
Dia punya sayap, dia terbang meliuk-liuk menyebrang ruang dan waktu 
distorsi yang mengacaukan logika dan rasa, 
Dia sampai di ladang, 
Dia sampai di gunung, 
Dia sampai di samudra, 
Dia makan apapun yang dia suka,
Dia berkelakuan peris seperti yang dia ingini, 
Sampai ia terbang dan melihat pundak yang tersandar,
Antara dua lapis sadar dan koma, 
Warasnya kembali , 
hal-hal baik hanya dalam citanya saja 
Perkataannya hanya sebatas ini saja 
Terlalu puitis, 
sok filosofis dan sifat apatis, 
Selalu meringis dalam kondisi menangis, 
Bukan aktivis tapi dia juga tidak mau mati dengan jiwa yang terkikis. 

Ya sudahlah, mari menghayal tentang asa dan cita. 
Keangkuhan dunia merubahnya jadi Kapitalis. 


 “sesungguhnya kehidupan dunia hanyalah permainan dan senda gurau belaka” (QS. Muhammad: 36) 

 menyentil keapatisan yang hidup dirongga Asa bak kutil yang membandel.. 

Selamat malam DUMAY wkwkwk :D 

 Wassalamu’alaikum :)

Komentar

  1. Ngefans banget sama penulisnya dan karya tulisnya �� love you ��

    BalasHapus
  2. Balasan
    1. maacii Dilaa,, semangat tulis menulis kamu :D

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Toba

 Batu besar. Menghitung sisa-sisa waktu sambil membangun tembok pertahanan, dipersimpangan kau teroesir, ketepian kau berada, menyeruput kopi dipinggir Toba, Samosir pula kau cari ditengah, kayuhkan dayung, seot menyeot dayungku lapuk, layarku kisut, menyeruput kopi, kailku tak goyah, megaku muram lalu hilang. 03 01 2021

Dunia

  Siapa yang merenggut seyummu itu? Manis namun getir Siapa yang kau beri cahayamu? Kilau di matamu kian temaram Dunia, aku ingin memberimu yang terbaik Dunia, kau renggut yang terbaik Dunia, sekarang berikan aku yang terindah . 05-05-23

Sejauh mana

Sejauh mana manusia bisa pergi, Sedalam mana manusia bisa mencintai, Sedalam kau berfikir lalu terbakar dan habis. Sambil tersenyum dia mati. Dalam ketiadaan dia bersarang, Hingga tiada batas, antara yang nyata dan fana Seluas yang tiada batas. 09 09 2021