Langsung ke konten utama

Perayaan

 



Hari dimana ulang tahun bukan lagi sebuah perayaan,

Hari dimana kau tak ingin dilahirkan.

Untuk di masa ini.

Karna waktu dalam genggaman namun bukan kendalimu, yang lalu, sekarang, dan yang akan datang.

Namun apa beda jika aku hanya menonton kepingan penglihatan yang ku tahu suka atau tidak suka tetap bergulir terjalani.

Ketika hati sudah tak dalam kendali, 

Hidup seakan melihat kepingan penglihatan yang akan tahu akhirnya. Akan berulang sampai menyatu, yang tak bisa menyatu entah ribuan tahun terlewati pada tempat ruang waktu yang entah dunia mana,,

Benar kata filsuf, sosiolog maupun orang masyhur dengan karya atau kisah hidupnya yang menggugah jiwa, memandikan pikiran dari lumpur-lumpur penutup hidayah.

Tiada obat bagi orang gila kecuali bertemu penyebabnya, bagaimana bila menepi layaknya pengikut Budha hilang dari bingar, yang dijunjung pedoman menjadi kholifatul fil ard menyeimbangkan sosial, alam dan iman. Pada diantara itu apa mampu bila lesu bak Qais si gila.

Bila saja keteguhan dan keberanian sang Fatih tertanam, entah dinasti kebodohan mana yang akah kuhunus membabi buta.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Toba

 Batu besar. Menghitung sisa-sisa waktu sambil membangun tembok pertahanan, dipersimpangan kau teroesir, ketepian kau berada, menyeruput kopi dipinggir Toba, Samosir pula kau cari ditengah, kayuhkan dayung, seot menyeot dayungku lapuk, layarku kisut, menyeruput kopi, kailku tak goyah, megaku muram lalu hilang. 03 01 2021

Dunia

  Siapa yang merenggut seyummu itu? Manis namun getir Siapa yang kau beri cahayamu? Kilau di matamu kian temaram Dunia, aku ingin memberimu yang terbaik Dunia, kau renggut yang terbaik Dunia, sekarang berikan aku yang terindah . 05-05-23

Sejauh mana

Sejauh mana manusia bisa pergi, Sedalam mana manusia bisa mencintai, Sedalam kau berfikir lalu terbakar dan habis. Sambil tersenyum dia mati. Dalam ketiadaan dia bersarang, Hingga tiada batas, antara yang nyata dan fana Seluas yang tiada batas. 09 09 2021