Hari dimana ulang tahun bukan lagi sebuah perayaan,
Hari dimana kau tak ingin dilahirkan.
Untuk di masa ini.
Karna waktu dalam genggaman namun bukan kendalimu, yang lalu, sekarang, dan yang akan datang.
Namun apa beda jika aku hanya menonton kepingan penglihatan yang ku tahu suka atau tidak suka tetap bergulir terjalani.
Ketika hati sudah tak dalam kendali,
Hidup seakan melihat kepingan penglihatan yang akan tahu akhirnya. Akan berulang sampai menyatu, yang tak bisa menyatu entah ribuan tahun terlewati pada tempat ruang waktu yang entah dunia mana,,
Benar kata filsuf, sosiolog maupun orang masyhur dengan karya atau kisah hidupnya yang menggugah jiwa, memandikan pikiran dari lumpur-lumpur penutup hidayah.
Tiada obat bagi orang gila kecuali bertemu penyebabnya, bagaimana bila menepi layaknya pengikut Budha hilang dari bingar, yang dijunjung pedoman menjadi kholifatul fil ard menyeimbangkan sosial, alam dan iman. Pada diantara itu apa mampu bila lesu bak Qais si gila.
Bila saja keteguhan dan keberanian sang Fatih tertanam, entah dinasti kebodohan mana yang akah kuhunus membabi buta.
Komentar
Posting Komentar