Langsung ke konten utama

Aku Tidak Tahu





Pada saatnya nanti ku kan mengerti
Menimpanya ini padaku.
Mulanya ini ..
Semua,
olehku ..

Lampu kota yang menerobos sela-sela jendela, biasan rindu kadang terbawa.
Dipuisikanlah dengan sebaik-baiknya lidah,
Tidak segampang saat melantunkan hits Rhoma Irama Bahtera Cinta,
Kadang sulit juga bak lagunya Roda Kehidupan.

Sejujur aku menulis ini
Sejujur pula aku tak ingin kembali
Rindu yang tak tersulur
Cita-cita yang tersungkur

Ibu bapakku yang menina bobokkan aku selalu,
Sekarang putrimu ragu,
Dapatkah ia meninabobokkan jua.

Urusan ini itu ,
Urusan perasaannya
Urusan patah hatinya. .
Terlalu cupu sekarang untuk alasan yg di ada-adakan.

Saat sahabat kecil mengatakan sholatlah sepertiga malam
Nyatanya tidur melenakan,
Mulailah sesuatu,
Nyatanya menunda membutakan.
Mulai tertidur sepertiga malam sekali lagi untuk urusan ini itu.

Sudah aku katakan pada Tuhan seperti kusampaikan pada diriku.
"Aku Tidak Tahu"

Kenyataan itu maya
Maya nyata adanya

Tahap awal
Akhir belum

belum berakhir..

A.W.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Toba

 Batu besar. Menghitung sisa-sisa waktu sambil membangun tembok pertahanan, dipersimpangan kau teroesir, ketepian kau berada, menyeruput kopi dipinggir Toba, Samosir pula kau cari ditengah, kayuhkan dayung, seot menyeot dayungku lapuk, layarku kisut, menyeruput kopi, kailku tak goyah, megaku muram lalu hilang. 03 01 2021

Dunia

  Siapa yang merenggut seyummu itu? Manis namun getir Siapa yang kau beri cahayamu? Kilau di matamu kian temaram Dunia, aku ingin memberimu yang terbaik Dunia, kau renggut yang terbaik Dunia, sekarang berikan aku yang terindah . 05-05-23

Sejauh mana

Sejauh mana manusia bisa pergi, Sedalam mana manusia bisa mencintai, Sedalam kau berfikir lalu terbakar dan habis. Sambil tersenyum dia mati. Dalam ketiadaan dia bersarang, Hingga tiada batas, antara yang nyata dan fana Seluas yang tiada batas. 09 09 2021