Pada saatnya nanti ku kan mengerti
Menimpanya ini padaku.
Mulanya ini ..
Semua,
olehku ..
Lampu kota yang menerobos sela-sela jendela, biasan rindu kadang terbawa.
Dipuisikanlah dengan sebaik-baiknya lidah,
Tidak segampang saat melantunkan hits Rhoma Irama Bahtera Cinta,
Kadang sulit juga bak lagunya Roda Kehidupan.
Sejujur aku menulis ini
Sejujur pula aku tak ingin kembali
Rindu yang tak tersulur
Cita-cita yang tersungkur
Ibu bapakku yang menina bobokkan aku selalu,
Sekarang putrimu ragu,
Dapatkah ia meninabobokkan jua.
Urusan ini itu ,
Urusan perasaannya
Urusan patah hatinya. .
Terlalu cupu sekarang untuk alasan yg di ada-adakan.
Saat sahabat kecil mengatakan sholatlah sepertiga malam
Nyatanya tidur melenakan,
Mulailah sesuatu,
Nyatanya menunda membutakan.
Mulai tertidur sepertiga malam sekali lagi untuk urusan ini itu.
Sudah aku katakan pada Tuhan seperti kusampaikan pada diriku.
"Aku Tidak Tahu"
Kenyataan itu maya
Maya nyata adanya
Tahap awal
Akhir belum
belum berakhir..
A.W.
Komentar
Posting Komentar