Langsung ke konten utama

AKSARA



Laksana aksara tak tereja
Mengendap pada fikiran yang mengudara
Menggerakkan nuranimu ke samudra
Ceburkan seluruh pemahamanmu ke palungnya
Temukan dasarnya,
Gelaap kau tertikam..
Tak harus semua yg terasa tereja
Sebagai bukti kekuasaan Tuhan
Kamulah HambaNya yang tercinta
Maka kamu adalah tawananNya
Sesekali memaksakan logika menalar sesuatu yang tak ternalar
Seperti kayu terbakar takkan kembali utuh,
Aku ingin merasa,
Aku ingin rahman-rahim sebagai rasa tertinggi merasa
Merasakan derita para pendosa yang hilang arah
juga derita para te-taqwa yang senantiasa berderu rindu
megahnya Tajmahal simbol merasa
Prambanan yang tak pernah rampung
Merasa yang tak pernah urung,
Bertapa tidak lagi di goa-goa,
Aku ditempat hiburan para pendosa dan tetaqwa
Aku diantaranya ..
Aku ini kehendak yang kehendaknya ia pasrahkan pada TuhanNya.









Aminah w.d

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Toba

 Batu besar. Menghitung sisa-sisa waktu sambil membangun tembok pertahanan, dipersimpangan kau teroesir, ketepian kau berada, menyeruput kopi dipinggir Toba, Samosir pula kau cari ditengah, kayuhkan dayung, seot menyeot dayungku lapuk, layarku kisut, menyeruput kopi, kailku tak goyah, megaku muram lalu hilang. 03 01 2021

Dunia

  Siapa yang merenggut seyummu itu? Manis namun getir Siapa yang kau beri cahayamu? Kilau di matamu kian temaram Dunia, aku ingin memberimu yang terbaik Dunia, kau renggut yang terbaik Dunia, sekarang berikan aku yang terindah . 05-05-23

Sejauh mana

Sejauh mana manusia bisa pergi, Sedalam mana manusia bisa mencintai, Sedalam kau berfikir lalu terbakar dan habis. Sambil tersenyum dia mati. Dalam ketiadaan dia bersarang, Hingga tiada batas, antara yang nyata dan fana Seluas yang tiada batas. 09 09 2021